Kampung Halaman

Dokumentasi Mais Fignig Alon

Betapa sebuah ambigu tercipta, ketika pertanyaan soal “di mana kampungmu?” dilontarkan pada saya. Seorang anak yang lahir di Nabire, Papua, tapi kedua orang tuanya merupakan orang yang merantau dari Enrekang, Sulawesi Selatan. Ambigu itu tidak hanya dialami oleh saya. Orang-orang di Enrekang menyebut saya orang Papua. Sebaliknya, orang-orang di Papua menyebut saya orang Enrekang. Kadang, … Lanjutkan membaca Kampung Halaman

Iklan

Hitam Putih ‘Anak Aibon’

“Semua persoalan anak jalanan, berawal dari rumah. Pemicunya, mulai dari perceraian, hingga kekerasan dalam rumah tangga oleh suami-istri,” kata Amos Yenina, seorang penggerak Lembaga Kasih (Kesatuan Aksi Sesama Insan Harmoni) Papua, di Nabire. Ia dan seorang kawannya, bekerja sama membangun sebuah Rumah Singgah: Pemulihan Generasi Emas Papua. Rumah singgah ini berfokus pada penanganan, panggulangan, serta … Lanjutkan membaca Hitam Putih ‘Anak Aibon’

Nabire dalam Euforia Piala Dunia

Piala dunia bagi orang-orang di Nabire adalah ajang yang paling ditunggu-tunggu. Kota kecil yang punya beberapa julukan: kota singkong, kota jeruk, hingga kota sampah ini, tiba-tiba saja ramai dengan pengibaran bendera negara peserta Piala Dunia 2018 yang belangsung di Rusia. Bahkan, beberapa kelompok melakukan konvoi tiap kali tim kesayangannya akan bertanding. Sebut saja, kelompok pendukung … Lanjutkan membaca Nabire dalam Euforia Piala Dunia

Cafe dan ‘Pelicin’

Pelangi melintang di langit membentuk setengah bulatan. Jam setengah enam sore, saya bermaksud untuk mencari posisi potret yang sesuai dengan perspektif saya. Sudah hampir buka puasa, tentunya. Pilihan saya jatuh pada Pantai Nabire. Sebuah lokasi yang ramai dengan pengunjung dan pedagang. Memang pernah beberapa kali pantai ini sepi. Ketika RI 01, Bapak Presiden Jokowi berkunjung, … Lanjutkan membaca Cafe dan ‘Pelicin’

Impresi Seorang Guru

“Kami guru dituntut untuk harus bisa menyelesaikan semua mata pelajaran sesuai dengan kurikulum yang ada dan dengan target yang sudah ditentukan,” kata Amelia, seorang guru yang saya kenal dari sebuah komunitas literasi di Nabire. Awalnya, ia mengomentasi opini yang saya tulis dalam status whatssapp. Bunyinya begini: “Sedikit refleksi saya tentang pendidikan di Indonesia, hanya silogismenya … Lanjutkan membaca Impresi Seorang Guru

Perjalanan Menuju Nol Kilometer

Pukul setengah sebelas siang, saya terbangun. Saya orang yang sangat sulit untuk bangun pagi. Berbagai macam cara sudah saya lakukan. Mulai dari memasang alarm beruntun dengan jeda selama lima belas menit, tidur lebih cepat, bahkan dengan cara-cara mistis dan aneh yang saya temukan di internet. Salah satunya, memegang salah satu telinga sebelum tidur, sembari mengucapkan, … Lanjutkan membaca Perjalanan Menuju Nol Kilometer

Yang Tercerai, Terbuang

Saya memulai mengambil gambar di Pantai Nabire dari bulan Februari hingga bulan Mei 2018. Ada beberapa gambar yang saya temukan. Mulai dari alat elektronik, sampai alat otomotif. Bahkan ada juga ‘pesan dalam botol’. Semua berlabuh di pantai. Seperti perahu yang karam, benda-benda ini telah kehilangan fungsi menjadi sekadar ‘sampah’ saja. Pertanyaannya kemudian, apakah laut menjadi … Lanjutkan membaca Yang Tercerai, Terbuang

Isyarat Pesan dalam Botol

Sebuah botol minuman kemasan yang memuat 330 mililiter, terdampar di tepi pantai. Secarik kertas putih tergulung dengan rapi di dalamnya. Saya tersenyum melihat botol ini. Saya merasa bahagia saja, melihat masih ada orang di abad ini yang mengirim pesan lewat botol dengan cara melemparkannya ke laut. Padahal kuasa internet atas dunia telah bertahta dan urung … Lanjutkan membaca Isyarat Pesan dalam Botol

Magere’ Sapin dan Ingatan Masa Kecil

Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua manusia saja. Ia juga menjelma sebagai sebuah ruang bertemunya para kerabat jauh yang mungkin jarang sekali bertemu. Apalagi di daerah perantauan yang memang bukan habitus asli dari para perantau, sehingga jarak dan jeda mendepa begitu banyak waktu untuk sekadar mengobrol bersama. Ditambah motif untuk merantau, yang kebanyakan adalah motif ekonomi, … Lanjutkan membaca Magere’ Sapin dan Ingatan Masa Kecil

Impresi Penanggulangan Sampah

Apresiasi yang begitu besar ketika melihat mulai banyaknya komunitas yang tergerak untuk menangani-bersihkan sampah-sampah yang berserakan di lini-lini publik dan ruang-ruang yang dianggap tidak ‘indah’ ketika sampah bercokol di atas tanahnya. Pantai Nabire, misalnya. Beberapa komunitas motor pernah berkumpul dan melakukan aksi bersih-bersih sepanjang pantai yang setiap hari tidak pernah absen dari puluhan pengunjung dan … Lanjutkan membaca Impresi Penanggulangan Sampah