Isyarat Pesan dalam Botol

Sebuah botol minuman kemasan yang memuat 330 mililiter, terdampar di tepi pantai. Secarik kertas putih tergulung dengan rapi di dalamnya. Saya tersenyum melihat botol ini. Saya merasa bahagia saja, melihat masih ada orang di abad ini yang mengirim pesan lewat botol dengan cara melemparkannya ke laut. Padahal kuasa internet atas dunia telah bertahta dan urung … Lanjutkan membaca Isyarat Pesan dalam Botol

Iklan

Magere’ Sapin dan Ingatan Masa Kecil

Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua manusia saja. Ia juga menjelma sebagai sebuah ruang bertemunya para kerabat jauh yang mungkin jarang sekali bertemu. Apalagi di daerah perantauan yang memang bukan habitus asli dari para perantau, sehingga jarak dan jeda mendepa begitu banyak waktu untuk sekadar mengobrol bersama. Ditambah motif untuk merantau, yang kebanyakan adalah motif ekonomi, … Lanjutkan membaca Magere’ Sapin dan Ingatan Masa Kecil

Impresi Penanggulangan Sampah

Apresiasi yang begitu besar ketika melihat mulai banyaknya komunitas yang tergerak untuk menangani-bersihkan sampah-sampah yang berserakan di lini-lini publik dan ruang-ruang yang dianggap tidak ‘indah’ ketika sampah bercokol di atas tanahnya. Pantai Nabire, misalnya. Beberapa komunitas motor pernah berkumpul dan melakukan aksi bersih-bersih sepanjang pantai yang setiap hari tidak pernah absen dari puluhan pengunjung dan … Lanjutkan membaca Impresi Penanggulangan Sampah

Dari Jalan Menuju Cafe

Jalan sebagai sebuah pengertian, memiliki definisi yang beragam. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) saja, jalan dalam pengertian kata benda saja terdiri dari sebelas pengertian, sebagai kata sifat memiliki dua pengertian, dan sebagai kata keterangan memiliki satu pengertian. Jalan sebagai kata benda dalam KBBI berarti: Pertama, tempat untuk lalu lintas orang (kendaraan dan sebagainya). Kedua, … Lanjutkan membaca Dari Jalan Menuju Cafe

Sebuah Catatan Relawan Mama-mama Pasar Papua

Pasar sebagai ruang kompleks bertemunya warga, bukan hanya sekadar ruang pertemuan antara penjual dan pembeli, namun juga menyentuh hal lainnya. Pasar pun menunjang berbagai aspek: pembentuk kebudayaan, ‘pameran’ benda-benda seni, kearifan lokal, toleransi—sebetulnya dugaan awal ini mengacu pada proses tawar-menawar, corak arsitektur, penataan ruang oleh pemerintah, distribusi, produksi, pertanian, perikanan—dan menyentuh aspek ekonomi lainnya. Selain … Lanjutkan membaca Sebuah Catatan Relawan Mama-mama Pasar Papua

Rina Nose dalam Pengadilan Sosial

Tiba-tiba saja media sosial penuh dengan komentar tentang seorang artis yang melepaskan jilbabnya. Tiba-tiba saja, pengadilan sosial terbentuk secara bergerombol untuk menghakimi satu orang saja: Rina Nose. Hijab perempuan bagi saya adalah pengetahuan dan kesadarannya. Pengetahuannya tentang jilbab dan kesadaran memakainya, misalnya. Sebab inilah saya tidak terlalu suka dengan jargon. Saya bukan pengamat artis. Bukan … Lanjutkan membaca Rina Nose dalam Pengadilan Sosial

Mengunjungi Pameran

“Publikasi itu penting. Sayang loh, kegiatan sebagus dan sebesar ini kurang pengunjung,” kata Pak Sinar, salah seorang stakeholder di sebuah perusahaan rokok, PT. Sampoerna. Saya bertemu dengannya pada sebuah pameran Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Koperasi yang dimulai pada tanggal 21  hingga tanggal 24 Februari, bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Kotalama. Pameran ini, diinisiasi … Lanjutkan membaca Mengunjungi Pameran

Polarisasi Non Papua dan Beras

Polarisasi ruang publik di Nabire berujung pada satu dominasi: pendatang. Alhasil, orang Asli Papua (OAP) mengalami gelombang surut ‘jumlah’ eksistensi di tanahnya sendiri. Gelombang ini merujuk pada banyak hal. Transmigrasi salah satunya. Program pemerataan penduduk yang digalakkan oleh Soeharto lewat programnya itu, mengutip Wenas Kobogau (2016): “migrasi penduduk dari daerah lain ke Papua, termasuk lewat … Lanjutkan membaca Polarisasi Non Papua dan Beras

Khasiat Pasar Oyehe dan Obat-obatan

“Bulu ini berhubungan langsung sama ‘barang’ gaib,” kata Zainal, pria 36 tahun yang menunjukkan bulu perindu kepada saya. Dua helai bulu berwarna hitam kecoklatan yang dibungkus dengan uang seribu rupiah, dikeluarkan dan diletakkan pada bekas cipratan air, lalu mengapitnya pada ibu jari dan jari telunjuk. Dua bulu yang kata Zainal berjenis kelamin laki-laki dan perempuan … Lanjutkan membaca Khasiat Pasar Oyehe dan Obat-obatan

Honai Perempuan untuk Perdamaian

“Perempuan mati, di bawah jembatan. Darah rahimhya tumpah membasahi dunia. Dunia yang mudah lupa pada banyak luka. Dunia yang sudah lama berkelamin pria” -Kutipan lagu Yab Sarpote (Perempuan Mati di Bawah Jembatan) “Film ini mencoba mengangkat sebuah tema besar, yaitu, dari korban ke perdamaian. Jadi kita tidak bermusuh dengan siapa-siapa,” kata Mama Ema. Harapan Mama … Lanjutkan membaca Honai Perempuan untuk Perdamaian