Dipandang Pandan

Seorang pria paruh baya turun dari sepeda bobcat supercyle birunya. Menatap saya dan Indra, seorang fotografer yang bekerja pada satu media di Kota Makassar. Kami berdua sebenarnya menunggu Pak Mustafa, setelah tadi pagi membuat janji dengannya. Di depan kebun pandannya, kami berdua berjumpa dengan pria paruh baya itu. Ternyata pria yang kami temui itu masih … Lanjutkan membaca Dipandang Pandan

Iklan

Membiasakan Kopi

"Tidak ada kopi yang tidak enak. Semua kopi pasti ketemu pasangan lidahnya masing-masing." - Zulkifli, penyeduh kopi di Kedai Geraderi Kampung Buku Sejarah kopi di Indonesia, kebanyakan dimulai dari masuknya Belanda ke Indonesia. Tentunya, tetap saja kopi pada masa awal tidak begitu akrab dengan lidah orang Indonesia. Tetapi ketidakakraban itu mempengaruhi budaya ngopi di Indonesia. … Lanjutkan membaca Membiasakan Kopi

24 Jam Melawan Hasrat

Pagi itu, langit masih mentah. Mimpi masih jadi bahan pokok dari jamuan tidur. Sudah ada beberapa orang yang terbangun—atau barangkali belum tidur: mereka menjalani pagi dalam ruang-ruang yang asing; memungut yang sisa. Yang ditinggalkan oleh kebanyakan orang sebelum terlelap dan bermimpi. Sungguh aneh pagi di kota ini. Pagi di kota tidak lagi memulai hari, seperti … Lanjutkan membaca 24 Jam Melawan Hasrat

Lapis-lapis Konteks Mitty Zasia

Belakangan, saat membuka youtube, ‘Mitty Zasia’ spontan menjadi kata kunci yang tertera pada kolom pencarian saya. Suaranya khas: seperti desau hujan pertama pasca kemarau; melihat percikan air yang genit membuka selimut debu dari tanah. Berawal dari mencari cover lagu milik Kodaline berjudul All I Want yang dinyanyikan oleh orang Indonesia, thumbnail perempuan berjilbab hitam dengan … Lanjutkan membaca Lapis-lapis Konteks Mitty Zasia

Kiat-kiat Kita Pada Satu Batas

Ada banyak forum yang dibuat dengan dasar keluhan atas minat baca di Indonesia. Keluhan itu atas dasar seringnya buku diabaikan, atau kecenderungan 'lain' yang tumpah melebihi kecenderungan membaca kita. Biasanya, internet menjadi titik tumpu yang menanggung beban bersalah. Padahal, dia hanya alat. Tetapi, ada hal lain di internet yang tak bisa juga kita abaikan. Internet … Lanjutkan membaca Kiat-kiat Kita Pada Satu Batas

Merawilagu #1

Lagu Banda Neira - Sampai Jadi Debu, belakangan sering menjadi pengisi suara video-video pernikahan yang berseliweran di sosial media. Romansa yang dibalut alunan musik Gigih Mahardika dengan Ananda Badudu dan Rara sekadar sebagai penyanyinya, begitu padu dalam video-video pernikahan itu. Adegan-adegan sinematik ditampilkan untuk mengemas kebahagiaan, kesedihan, kesetiaan, pertemuan, penyatuan, dan lainnya, diupayakan berbaur dengan … Lanjutkan membaca Merawilagu #1

Kampung Halaman

Dokumentasi Mais Fignig Alon

Betapa sebuah ambigu tercipta, ketika pertanyaan soal “di mana kampungmu?” dilontarkan pada saya. Seorang anak yang lahir di Nabire, Papua, tapi kedua orang tuanya merupakan orang yang merantau dari Enrekang, Sulawesi Selatan. Ambigu itu tidak hanya dialami oleh saya. Orang-orang di Enrekang menyebut saya orang Papua. Sebaliknya, orang-orang di Papua menyebut saya orang Enrekang. Kadang, … Lanjutkan membaca Kampung Halaman

Hitam Putih ‘Anak Aibon’

“Semua persoalan anak jalanan, berawal dari rumah. Pemicunya, mulai dari perceraian, hingga kekerasan dalam rumah tangga oleh suami-istri,” kata Amos Yenina, seorang penggerak Lembaga Kasih (Kesatuan Aksi Sesama Insan Harmoni) Papua, di Nabire. Ia dan seorang kawannya, bekerja sama membangun sebuah Rumah Singgah: Pemulihan Generasi Emas Papua. Rumah singgah ini berfokus pada penanganan, panggulangan, serta … Lanjutkan membaca Hitam Putih ‘Anak Aibon’

Nabire dalam Euforia Piala Dunia

Piala dunia bagi orang-orang di Nabire adalah ajang yang paling ditunggu-tunggu. Kota kecil yang punya beberapa julukan: kota singkong, kota jeruk, hingga kota sampah ini, tiba-tiba saja ramai dengan pengibaran bendera negara peserta Piala Dunia 2018 yang belangsung di Rusia. Bahkan, beberapa kelompok melakukan konvoi tiap kali tim kesayangannya akan bertanding. Sebut saja, kelompok pendukung … Lanjutkan membaca Nabire dalam Euforia Piala Dunia

Cafe dan ‘Pelicin’

Pelangi melintang di langit membentuk setengah bulatan. Jam setengah enam sore, saya bermaksud untuk mencari posisi potret yang sesuai dengan perspektif saya. Sudah hampir buka puasa, tentunya. Pilihan saya jatuh pada Pantai Nabire. Sebuah lokasi yang ramai dengan pengunjung dan pedagang. Memang pernah beberapa kali pantai ini sepi. Ketika RI 01, Bapak Presiden Jokowi berkunjung, … Lanjutkan membaca Cafe dan ‘Pelicin’