Cafe dan ‘Pelicin’

Pelangi melintang di langit membentuk setengah bulatan. Jam setengah enam sore, saya bermaksud untuk mencari posisi potret yang sesuai dengan perspektif saya. Sudah hampir buka puasa, tentunya. Pilihan saya jatuh pada Pantai Nabire. Sebuah lokasi yang ramai dengan pengunjung dan pedagang. Memang pernah beberapa kali pantai ini sepi. Ketika RI 01, Bapak Presiden Jokowi berkunjung, … Lanjutkan membaca Cafe dan ‘Pelicin’

Iklan

Sebuah Catatan Relawan Mama-mama Pasar Papua

Pasar sebagai ruang kompleks bertemunya warga, bukan hanya sekadar ruang pertemuan antara penjual dan pembeli, namun juga menyentuh hal lainnya. Pasar pun menunjang berbagai aspek: pembentuk kebudayaan, ‘pameran’ benda-benda seni, kearifan lokal, toleransi—sebetulnya dugaan awal ini mengacu pada proses tawar-menawar, corak arsitektur, penataan ruang oleh pemerintah, distribusi, produksi, pertanian, perikanan—dan menyentuh aspek ekonomi lainnya. Selain … Lanjutkan membaca Sebuah Catatan Relawan Mama-mama Pasar Papua

Mengunjungi Pameran

“Publikasi itu penting. Sayang loh, kegiatan sebagus dan sebesar ini kurang pengunjung,” kata Pak Sinar, salah seorang stakeholder di sebuah perusahaan rokok, PT. Sampoerna. Saya bertemu dengannya pada sebuah pameran Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Koperasi yang dimulai pada tanggal 21  hingga tanggal 24 Februari, bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Kotalama. Pameran ini, diinisiasi … Lanjutkan membaca Mengunjungi Pameran

Polarisasi Non Papua dan Beras

Polarisasi ruang publik di Nabire berujung pada satu dominasi: pendatang. Alhasil, orang Asli Papua (OAP) mengalami gelombang surut ‘jumlah’ eksistensi di tanahnya sendiri. Gelombang ini merujuk pada banyak hal. Transmigrasi salah satunya. Program pemerataan penduduk yang digalakkan oleh Soeharto lewat programnya itu, mengutip Wenas Kobogau (2016): “migrasi penduduk dari daerah lain ke Papua, termasuk lewat … Lanjutkan membaca Polarisasi Non Papua dan Beras

Khasiat Pasar Oyehe dan Obat-obatan

“Bulu ini berhubungan langsung sama ‘barang’ gaib,” kata Zainal, pria 36 tahun yang menunjukkan bulu perindu kepada saya. Dua helai bulu berwarna hitam kecoklatan yang dibungkus dengan uang seribu rupiah, dikeluarkan dan diletakkan pada bekas cipratan air, lalu mengapitnya pada ibu jari dan jari telunjuk. Dua bulu yang kata Zainal berjenis kelamin laki-laki dan perempuan … Lanjutkan membaca Khasiat Pasar Oyehe dan Obat-obatan

Pasar dan Rumah

Pasar bukan sekadar menjadi ruang ekonomis saja. Di pasar, kehidupan berjalan dengan kompleks. Mulai dari kehidupan malam yang muram, hingga pencari pakan ternak yang mengais sisa-sisa pembuangan. Pasar menjadi hal yang lain. Khususnya bagi mereka, pencari pakan ternak berupa babi di Nabire, Papua. Sesuatu yang kumuh, terkadang dipelihara sebagai aset untuk kampanye politik. Sampah, misalnya. … Lanjutkan membaca Pasar dan Rumah

Pasar Karang yang Karam

Jam enam pagi, saya belum tertidur. Mata ini belum tertutup setelah semalam memutuskan untuk pergi ke sebuah pasar yang ada di Kota Nabire. Memanaskan air, menaruh kopi dan gula di dalam sebuah gelas, lalu mencampur-adukkan keduanya setelah air mendidih. Tidur adalah masalah lain bagi saya. Sejak di Nabire, saya tidak pernah bangun di bawah jam … Lanjutkan membaca Pasar Karang yang Karam

Dari Transmigrasi hingga Calon Istri

Sore masih mentah. Langit dan matahari di punggug bumi masih diayun oleh waktu. Hanya ada seorang anak berusia enam tahun yang telanjang tanpa helai pakaian di tubuhnya, maju-mundur mengikuti ritme ombak pada tepi. Sesekali ia tertawa, jika ombak tak menyentuh kakinya. Sepuluh meter ke arah darat, sepasang suami istri, orang tua dari anak itu sedang … Lanjutkan membaca Dari Transmigrasi hingga Calon Istri