Impresi Seorang Guru

“Kami guru dituntut untuk harus bisa menyelesaikan semua mata pelajaran sesuai dengan kurikulum yang ada dan dengan target yang sudah ditentukan,” kata Amelia, seorang guru yang saya kenal dari sebuah komunitas literasi di Nabire. Awalnya, ia mengomentasi opini yang saya tulis dalam status whatssapp. Bunyinya begini: “Sedikit refleksi saya tentang pendidikan di Indonesia, hanya silogismenya … Lanjutkan membaca Impresi Seorang Guru

Iklan

Magere’ Sapin dan Ingatan Masa Kecil

Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua manusia saja. Ia juga menjelma sebagai sebuah ruang bertemunya para kerabat jauh yang mungkin jarang sekali bertemu. Apalagi di daerah perantauan yang memang bukan habitus asli dari para perantau, sehingga jarak dan jeda mendepa begitu banyak waktu untuk sekadar mengobrol bersama. Ditambah motif untuk merantau, yang kebanyakan adalah motif ekonomi, … Lanjutkan membaca Magere’ Sapin dan Ingatan Masa Kecil

Rina Nose dalam Pengadilan Sosial

Tiba-tiba saja media sosial penuh dengan komentar tentang seorang artis yang melepaskan jilbabnya. Tiba-tiba saja, pengadilan sosial terbentuk secara bergerombol untuk menghakimi satu orang saja: Rina Nose. Hijab perempuan bagi saya adalah pengetahuan dan kesadarannya. Pengetahuannya tentang jilbab dan kesadaran memakainya, misalnya. Sebab inilah saya tidak terlalu suka dengan jargon. Saya bukan pengamat artis. Bukan … Lanjutkan membaca Rina Nose dalam Pengadilan Sosial

Mengunjungi Pameran

“Publikasi itu penting. Sayang loh, kegiatan sebagus dan sebesar ini kurang pengunjung,” kata Pak Sinar, salah seorang stakeholder di sebuah perusahaan rokok, PT. Sampoerna. Saya bertemu dengannya pada sebuah pameran Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Koperasi yang dimulai pada tanggal 21  hingga tanggal 24 Februari, bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Kotalama. Pameran ini, diinisiasi … Lanjutkan membaca Mengunjungi Pameran

Honai Perempuan untuk Perdamaian

“Perempuan mati, di bawah jembatan. Darah rahimhya tumpah membasahi dunia. Dunia yang mudah lupa pada banyak luka. Dunia yang sudah lama berkelamin pria” -Kutipan lagu Yab Sarpote (Perempuan Mati di Bawah Jembatan) “Film ini mencoba mengangkat sebuah tema besar, yaitu, dari korban ke perdamaian. Jadi kita tidak bermusuh dengan siapa-siapa,” kata Mama Ema. Harapan Mama … Lanjutkan membaca Honai Perempuan untuk Perdamaian

Literasi: Belajar Mencintai

Foto Nomen

“Jika bumi adalah ibu. Kita manusia memperkosa ibunya. Setiap hari. Setiap jam. Setiap menit. Setiap detik. Jika laut adalah ibu. Kita manusia memperkosa ibunya. Setiap hari. Setiap jam. Setiap menit. Setiap detik. Jika hutan adalah ibu. Kita manusia memperkosa ibunya. Setiap hari. Setiap jam. Setiap menit. Setiap detik.” (Sisir Tanah-Bebal) Penggalan lirik lagu Sisir Tanah … Lanjutkan membaca Literasi: Belajar Mencintai

Mendengarkan Perempuan

“Jalan menuju ke hati wanita adalah melalui telinga.” – Voltaire Kita terlalu sering menghukumi perempuan baik secara langsung maupun dari obrolan-obrolan ringan di meja-meja warung kopi. Menjadikan perempuan sebagai objek, bukan sekadar melihat kecenderungan perempuan dalam budaya patriarki, ataupun branding. Menjadikan perempuan sebagai objek bahkan sering kita lakukan dalam budaya diskusi, bahasa sehari-hari, pun dalam … Lanjutkan membaca Mendengarkan Perempuan