Perjalanan Menuju Nol Kilometer

Pukul setengah sebelas siang, saya terbangun. Saya orang yang sangat sulit untuk bangun pagi. Berbagai macam cara sudah saya lakukan. Mulai dari memasang alarm beruntun dengan jeda selama lima belas menit, tidur lebih cepat, bahkan dengan cara-cara mistis dan aneh yang saya temukan di internet. Salah satunya, memegang salah satu telinga sebelum tidur, sembari mengucapkan, … Lanjutkan membaca Perjalanan Menuju Nol Kilometer

Iklan

Yang Tercerai, Terbuang

Saya memulai mengambil gambar di Pantai Nabire dari bulan Februari hingga bulan Mei 2018. Ada beberapa gambar yang saya temukan. Mulai dari alat elektronik, sampai alat otomotif. Bahkan ada juga ‘pesan dalam botol’. Semua berlabuh di pantai. Seperti perahu yang karam, benda-benda ini telah kehilangan fungsi menjadi sekadar ‘sampah’ saja. Pertanyaannya kemudian, apakah laut menjadi … Lanjutkan membaca Yang Tercerai, Terbuang

Isyarat Pesan dalam Botol

Sebuah botol minuman kemasan yang memuat 330 mililiter, terdampar di tepi pantai. Secarik kertas putih tergulung dengan rapi di dalamnya. Saya tersenyum melihat botol ini. Saya merasa bahagia saja, melihat masih ada orang di abad ini yang mengirim pesan lewat botol dengan cara melemparkannya ke laut. Padahal kuasa internet atas dunia telah bertahta dan urung … Lanjutkan membaca Isyarat Pesan dalam Botol

Magere’ Sapin dan Ingatan Masa Kecil

Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua manusia saja. Ia juga menjelma sebagai sebuah ruang bertemunya para kerabat jauh yang mungkin jarang sekali bertemu. Apalagi di daerah perantauan yang memang bukan habitus asli dari para perantau, sehingga jarak dan jeda mendepa begitu banyak waktu untuk sekadar mengobrol bersama. Ditambah motif untuk merantau, yang kebanyakan adalah motif ekonomi, … Lanjutkan membaca Magere’ Sapin dan Ingatan Masa Kecil

Impresi Penanggulangan Sampah

Apresiasi yang begitu besar ketika melihat mulai banyaknya komunitas yang tergerak untuk menangani-bersihkan sampah-sampah yang berserakan di lini-lini publik dan ruang-ruang yang dianggap tidak ‘indah’ ketika sampah bercokol di atas tanahnya. Pantai Nabire, misalnya. Beberapa komunitas motor pernah berkumpul dan melakukan aksi bersih-bersih sepanjang pantai yang setiap hari tidak pernah absen dari puluhan pengunjung dan … Lanjutkan membaca Impresi Penanggulangan Sampah

Rina Nose dalam Pengadilan Sosial

Tiba-tiba saja media sosial penuh dengan komentar tentang seorang artis yang melepaskan jilbabnya. Tiba-tiba saja, pengadilan sosial terbentuk secara bergerombol untuk menghakimi satu orang saja: Rina Nose. Hijab perempuan bagi saya adalah pengetahuan dan kesadarannya. Pengetahuannya tentang jilbab dan kesadaran memakainya, misalnya. Sebab inilah saya tidak terlalu suka dengan jargon. Saya bukan pengamat artis. Bukan … Lanjutkan membaca Rina Nose dalam Pengadilan Sosial

Sore di Pantai Nabire

Tiba-tiba saja, perempuan di samping kanan saya tersenyum. Saya mengira, senyuman itu adalah segaris bibir mengembang dari titik takdir pertemuan pertama kami. Ternyata hanya saya yang mengada-ada. Malam itu begitu dingin setelah hujan membuat panik manusia-manusia yang tak begitu suka dikagetkan peristiwa alam. Mereka berteduh. Padahal, setiap hujan absen menyentuh tanah, mereka mengaku rindu. Saya … Lanjutkan membaca Sore di Pantai Nabire

Literasi: Belajar Mencintai

Foto Nomen

“Jika bumi adalah ibu. Kita manusia memperkosa ibunya. Setiap hari. Setiap jam. Setiap menit. Setiap detik. Jika laut adalah ibu. Kita manusia memperkosa ibunya. Setiap hari. Setiap jam. Setiap menit. Setiap detik. Jika hutan adalah ibu. Kita manusia memperkosa ibunya. Setiap hari. Setiap jam. Setiap menit. Setiap detik.” (Sisir Tanah-Bebal) Penggalan lirik lagu Sisir Tanah … Lanjutkan membaca Literasi: Belajar Mencintai

Melayari Nasib dan Pulang ke Kampung

Stom kapal berbunyi seperti teriakan ibu memanggil anaknya pulang setelah seharian bermain pasir di laut. Saya bergegas, menyiapkan diri untuk turun ke bawah, menginjak tanah kelahiran saya, Nabire, Papua. Menggendong sebuah tas, kemudian turun mencari teman untuk mengangkat buku-buku bacaan yang sengaja saya bawa di dalam sebuah box. Saya dan sebuah box berwarna abu-abu itu … Lanjutkan membaca Melayari Nasib dan Pulang ke Kampung