Hitam Putih ‘Anak Aibon’

“Semua persoalan anak jalanan, berawal dari rumah. Pemicunya, mulai dari perceraian, hingga kekerasan dalam rumah tangga oleh suami-istri,” kata Amos Yenina, seorang penggerak Lembaga Kasih (Kesatuan Aksi Sesama Insan Harmoni) Papua, di Nabire. Ia dan seorang kawannya, bekerja sama membangun sebuah Rumah Singgah: Pemulihan Generasi Emas Papua. Rumah singgah ini berfokus pada penanganan, panggulangan, serta … Lanjutkan membaca Hitam Putih ‘Anak Aibon’

Iklan

Nabire dalam Euforia Piala Dunia

Piala dunia bagi orang-orang di Nabire adalah ajang yang paling ditunggu-tunggu. Kota kecil yang punya beberapa julukan: kota singkong, kota jeruk, hingga kota sampah ini, tiba-tiba saja ramai dengan pengibaran bendera negara peserta Piala Dunia 2018 yang belangsung di Rusia. Bahkan, beberapa kelompok melakukan konvoi tiap kali tim kesayangannya akan bertanding. Sebut saja, kelompok pendukung … Lanjutkan membaca Nabire dalam Euforia Piala Dunia

Cafe dan ‘Pelicin’

Pelangi melintang di langit membentuk setengah bulatan. Jam setengah enam sore, saya bermaksud untuk mencari posisi potret yang sesuai dengan perspektif saya. Sudah hampir buka puasa, tentunya. Pilihan saya jatuh pada Pantai Nabire. Sebuah lokasi yang ramai dengan pengunjung dan pedagang. Memang pernah beberapa kali pantai ini sepi. Ketika RI 01, Bapak Presiden Jokowi berkunjung, … Lanjutkan membaca Cafe dan ‘Pelicin’

Impresi Seorang Guru

“Kami guru dituntut untuk harus bisa menyelesaikan semua mata pelajaran sesuai dengan kurikulum yang ada dan dengan target yang sudah ditentukan,” kata Amelia, seorang guru yang saya kenal dari sebuah komunitas literasi di Nabire. Awalnya, ia mengomentasi opini yang saya tulis dalam status whatssapp. Bunyinya begini: “Sedikit refleksi saya tentang pendidikan di Indonesia, hanya silogismenya … Lanjutkan membaca Impresi Seorang Guru

Impresi Penanggulangan Sampah

Apresiasi yang begitu besar ketika melihat mulai banyaknya komunitas yang tergerak untuk menangani-bersihkan sampah-sampah yang berserakan di lini-lini publik dan ruang-ruang yang dianggap tidak ‘indah’ ketika sampah bercokol di atas tanahnya. Pantai Nabire, misalnya. Beberapa komunitas motor pernah berkumpul dan melakukan aksi bersih-bersih sepanjang pantai yang setiap hari tidak pernah absen dari puluhan pengunjung dan … Lanjutkan membaca Impresi Penanggulangan Sampah

Dari Jalan Menuju Cafe

Jalan sebagai sebuah pengertian, memiliki definisi yang beragam. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) saja, jalan dalam pengertian kata benda saja terdiri dari sebelas pengertian, sebagai kata sifat memiliki dua pengertian, dan sebagai kata keterangan memiliki satu pengertian. Jalan sebagai kata benda dalam KBBI berarti: Pertama, tempat untuk lalu lintas orang (kendaraan dan sebagainya). Kedua, … Lanjutkan membaca Dari Jalan Menuju Cafe

Sebuah Catatan Relawan Mama-mama Pasar Papua

Pasar sebagai ruang kompleks bertemunya warga, bukan hanya sekadar ruang pertemuan antara penjual dan pembeli, namun juga menyentuh hal lainnya. Pasar pun menunjang berbagai aspek: pembentuk kebudayaan, ‘pameran’ benda-benda seni, kearifan lokal, toleransi—sebetulnya dugaan awal ini mengacu pada proses tawar-menawar, corak arsitektur, penataan ruang oleh pemerintah, distribusi, produksi, pertanian, perikanan—dan menyentuh aspek ekonomi lainnya. Selain … Lanjutkan membaca Sebuah Catatan Relawan Mama-mama Pasar Papua

Polarisasi Non Papua dan Beras

Polarisasi ruang publik di Nabire berujung pada satu dominasi: pendatang. Alhasil, orang Asli Papua (OAP) mengalami gelombang surut ‘jumlah’ eksistensi di tanahnya sendiri. Gelombang ini merujuk pada banyak hal. Transmigrasi salah satunya. Program pemerataan penduduk yang digalakkan oleh Soeharto lewat programnya itu, mengutip Wenas Kobogau (2016): “migrasi penduduk dari daerah lain ke Papua, termasuk lewat … Lanjutkan membaca Polarisasi Non Papua dan Beras

Honai Perempuan untuk Perdamaian

“Perempuan mati, di bawah jembatan. Darah rahimhya tumpah membasahi dunia. Dunia yang mudah lupa pada banyak luka. Dunia yang sudah lama berkelamin pria” -Kutipan lagu Yab Sarpote (Perempuan Mati di Bawah Jembatan) “Film ini mencoba mengangkat sebuah tema besar, yaitu, dari korban ke perdamaian. Jadi kita tidak bermusuh dengan siapa-siapa,” kata Mama Ema. Harapan Mama … Lanjutkan membaca Honai Perempuan untuk Perdamaian

Sore di Pantai Nabire

Tiba-tiba saja, perempuan di samping kanan saya tersenyum. Saya mengira, senyuman itu adalah segaris bibir mengembang dari titik takdir pertemuan pertama kami. Ternyata hanya saya yang mengada-ada. Malam itu begitu dingin setelah hujan membuat panik manusia-manusia yang tak begitu suka dikagetkan peristiwa alam. Mereka berteduh. Padahal, setiap hujan absen menyentuh tanah, mereka mengaku rindu. Saya … Lanjutkan membaca Sore di Pantai Nabire