Hitam Putih ‘Anak Aibon’

“Semua persoalan anak jalanan, berawal dari rumah. Pemicunya, mulai dari perceraian, hingga kekerasan dalam rumah tangga oleh suami-istri,” kata Amos Yenina, seorang penggerak Lembaga Kasih (Kesatuan Aksi Sesama Insan Harmoni) Papua, di Nabire. Ia dan seorang kawannya, bekerja sama membangun sebuah Rumah Singgah: Pemulihan Generasi Emas Papua. Rumah singgah ini berfokus pada penanganan, panggulangan, serta … Lanjutkan membaca Hitam Putih ‘Anak Aibon’

Iklan

Nabire dalam Euforia Piala Dunia

Piala dunia bagi orang-orang di Nabire adalah ajang yang paling ditunggu-tunggu. Kota kecil yang punya beberapa julukan: kota singkong, kota jeruk, hingga kota sampah ini, tiba-tiba saja ramai dengan pengibaran bendera negara peserta Piala Dunia 2018 yang belangsung di Rusia. Bahkan, beberapa kelompok melakukan konvoi tiap kali tim kesayangannya akan bertanding. Sebut saja, kelompok pendukung … Lanjutkan membaca Nabire dalam Euforia Piala Dunia

Perjalanan Menuju Nol Kilometer

Pukul setengah sebelas siang, saya terbangun. Saya orang yang sangat sulit untuk bangun pagi. Berbagai macam cara sudah saya lakukan. Mulai dari memasang alarm beruntun dengan jeda selama lima belas menit, tidur lebih cepat, bahkan dengan cara-cara mistis dan aneh yang saya temukan di internet. Salah satunya, memegang salah satu telinga sebelum tidur, sembari mengucapkan, … Lanjutkan membaca Perjalanan Menuju Nol Kilometer

Yang Tercerai, Terbuang

Saya memulai mengambil gambar di Pantai Nabire dari bulan Februari hingga bulan Mei 2018. Ada beberapa gambar yang saya temukan. Mulai dari alat elektronik, sampai alat otomotif. Bahkan ada juga ‘pesan dalam botol’. Semua berlabuh di pantai. Seperti perahu yang karam, benda-benda ini telah kehilangan fungsi menjadi sekadar ‘sampah’ saja. Pertanyaannya kemudian, apakah laut menjadi … Lanjutkan membaca Yang Tercerai, Terbuang

Sebuah Catatan Relawan Mama-mama Pasar Papua

Pasar sebagai ruang kompleks bertemunya warga, bukan hanya sekadar ruang pertemuan antara penjual dan pembeli, namun juga menyentuh hal lainnya. Pasar pun menunjang berbagai aspek: pembentuk kebudayaan, ‘pameran’ benda-benda seni, kearifan lokal, toleransi—sebetulnya dugaan awal ini mengacu pada proses tawar-menawar, corak arsitektur, penataan ruang oleh pemerintah, distribusi, produksi, pertanian, perikanan—dan menyentuh aspek ekonomi lainnya. Selain … Lanjutkan membaca Sebuah Catatan Relawan Mama-mama Pasar Papua

Polarisasi Non Papua dan Beras

Polarisasi ruang publik di Nabire berujung pada satu dominasi: pendatang. Alhasil, orang Asli Papua (OAP) mengalami gelombang surut ‘jumlah’ eksistensi di tanahnya sendiri. Gelombang ini merujuk pada banyak hal. Transmigrasi salah satunya. Program pemerataan penduduk yang digalakkan oleh Soeharto lewat programnya itu, mengutip Wenas Kobogau (2016): “migrasi penduduk dari daerah lain ke Papua, termasuk lewat … Lanjutkan membaca Polarisasi Non Papua dan Beras

Khasiat Pasar Oyehe dan Obat-obatan

“Bulu ini berhubungan langsung sama ‘barang’ gaib,” kata Zainal, pria 36 tahun yang menunjukkan bulu perindu kepada saya. Dua helai bulu berwarna hitam kecoklatan yang dibungkus dengan uang seribu rupiah, dikeluarkan dan diletakkan pada bekas cipratan air, lalu mengapitnya pada ibu jari dan jari telunjuk. Dua bulu yang kata Zainal berjenis kelamin laki-laki dan perempuan … Lanjutkan membaca Khasiat Pasar Oyehe dan Obat-obatan

Honai Perempuan untuk Perdamaian

“Perempuan mati, di bawah jembatan. Darah rahimhya tumpah membasahi dunia. Dunia yang mudah lupa pada banyak luka. Dunia yang sudah lama berkelamin pria” -Kutipan lagu Yab Sarpote (Perempuan Mati di Bawah Jembatan) “Film ini mencoba mengangkat sebuah tema besar, yaitu, dari korban ke perdamaian. Jadi kita tidak bermusuh dengan siapa-siapa,” kata Mama Ema. Harapan Mama … Lanjutkan membaca Honai Perempuan untuk Perdamaian

Sore di Pantai Nabire

Tiba-tiba saja, perempuan di samping kanan saya tersenyum. Saya mengira, senyuman itu adalah segaris bibir mengembang dari titik takdir pertemuan pertama kami. Ternyata hanya saya yang mengada-ada. Malam itu begitu dingin setelah hujan membuat panik manusia-manusia yang tak begitu suka dikagetkan peristiwa alam. Mereka berteduh. Padahal, setiap hujan absen menyentuh tanah, mereka mengaku rindu. Saya … Lanjutkan membaca Sore di Pantai Nabire

Pasar dan Rumah

Pasar bukan sekadar menjadi ruang ekonomis saja. Di pasar, kehidupan berjalan dengan kompleks. Mulai dari kehidupan malam yang muram, hingga pencari pakan ternak yang mengais sisa-sisa pembuangan. Pasar menjadi hal yang lain. Khususnya bagi mereka, pencari pakan ternak berupa babi di Nabire, Papua. Sesuatu yang kumuh, terkadang dipelihara sebagai aset untuk kampanye politik. Sampah, misalnya. … Lanjutkan membaca Pasar dan Rumah